Dampak Perceraian Terhadap Anak Di Lingkungan Pesantren Dalam Perspektif Hukum Islam, Hukum Positif Dan Psikososial ”.

Alfindo Fernanda Risqi, (2026) Dampak Perceraian Terhadap Anak Di Lingkungan Pesantren Dalam Perspektif Hukum Islam, Hukum Positif Dan Psikososial ”. Masters thesis, UNSPECIFIED.

[img] Text
COVER-DAFTAR ISI.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (396kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (264kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (313kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perceraian orang tua terhadap kondisi psikososial anak di lingkungan pesantren dalam perspektif hukum Islam, hukum positif Indonesia, dan pendekatan psikososial. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus perceraian yang tidak hanya menimbulkan persoalan hukum keluarga, tetapi juga berdampak pada kondisi emosional, sosial, spiritual, dan perkembangan kepribadian anak sebagai pihak yang paling rentan. Dalam praktiknya, perlindungan anak pasca perceraian masih menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum yang ideal (das sollen) dengan realitas sosial yang dialami anak (das sein). Oleh karena itu, penelitian ini menempatkan pesantren sebagai faktor intervening dan support system dalam proses perlindungan dan pemulihan psikososial anak korban perceraian.Penelitian ini menggunakan pendekatan socio-legal dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Pesantren Sains Salman Assalam Cirebon. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori hukum progresif dan pendekatan socio-legal untuk memahami hubungan antara norma hukum, praktik sosial, dan pengalaman hidup anak korban perceraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua memberikan dampak multidimensional terhadap anak, meliputi kecemasan, kesedihan, konflik batin, kesulitan membangun relasi sosial, hingga krisis identitas dan spiritualitas. Namun demikian, dampak tersebut tidak selalu berujung pada kerentanan psikologis, karena lingkungan pesantren terbukti mampu membantu anak membangun resiliensi, stabilitas emosi, dan penguatan religiusitas. Kehidupan kolektif, pembinaan spiritual, kedisiplinan, dan dukungan sosial di pesantren berperan penting dalam proses pemulihan anak. Penelitian ini juga menemukan bahwa hukum Islam dan hukum positif Indonesia pada dasarnya telah memberikan kerangka perlindungan anak yang cukup komprehensif, tetapi implementasinya masih menghadapi berbagai kendala sosial dan praktis. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, negara, hukum, dan institusi sosial-keagamaan untuk mewujudkan perlindungan anak yang lebih holistik dan humanis. Kata Kunci: Perceraian, Perlindungan Anak, Pesantren

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Perceraian, Perlindungan Anak, Pesantren
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Perdata Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 18 Aug 2026 04:51
Last Modified: 18 Aug 2026 04:51
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19656

Actions (login required)

View Item View Item