Rizki Ganda Nugraha, (2026) Analisis Antaraktor dalam Pengelolaan Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan. Bachelor thesis, S1-Ekonomi Syariah UIN SSC.
|
Text
2108204161_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2108204161_2_bab1.pdf Download (268kB) |
|
|
Text
2108204161_6_bab5.pdf Download (237kB) |
|
|
Text
2108204161_7_dafpus.pdf Download (225kB) |
Abstract
Pengelolaan desa wisata memerlukan keterlibatan berbagai aktor yang memiliki peran, kepentingan, dan kewenangan yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi efektivitas tata kelola destinasi wisata, baik dalam bentuk kerja sama maupun potensi konflik kepentingan. Desa Wisata Cibuntu Kabupaten Kuningan merupakan salah satu desa wisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism ) yang berkembang melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), masyarakat, dan pelaku usaha lokal (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktor yang terlibat, peran dan kewenangannya, pola hubungan antaraktor, tingkat pengaruh dan ketergantungan, konvergensi dan divergensi kepentingan, serta upaya penguatan sinergi dalam pengelolaan Desa Wisata Cibuntu. Kajian ini menggunakan teori konsep Community-Based Tourism sebagai landasan teoritis dalam memahami hubungan antaraktor dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kuningan, Pemerintah Desa Cibuntu, Pokdarwis, masyarakat, dan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pokdarwis dan Pemerintah Desa merupakan aktor kunci yang memiliki tingkat pengaruh dan ketergantungan tinggi dalam sistem pengelolaan desa wisata. Analisis konvergensi menunjukkan adanya kesamaan kepentingan yang kuat antara Pokdarwis, masyarakat, dan Pemerintah Desa, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan desa wisata. Sebaliknya, analisis divergensi menunjukkan perbedaan kepentingan yang relatif rendah, meskipun terdapat perbedaan prioritas antara Pokdarwis dengan UMKM serta antara Pemerintah Desa dan DISPORA. Secara keseluruhan, hubungan antaraktor di Desa Wisata Cibuntu bersifat kolaboratif dengan tingkat konvergensi yang lebih dominan dibandingkan divergensi. Oleh karena itu, penguatan sinergi perlu dilakukan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan koordinasi lintas sektor, penyusunan regulasi kolaboratif, dan optimalisasi peran Pokdarwis sebagai simpul koordinasi dalam tata kelola desa wisata yang berkelanjutan. Kata Kunci: Desa Wisata Cibuntu, Analisis Antaraktor, MACTOR, Community-Based Tourism .
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 06 Nov 2026 06:06 |
| Last Modified: | 06 Nov 2026 06:06 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19819 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

