Muhamad Riyan Hidayat, (2026) Implikasi Kesehatan Mental Generasi Sandwich yang Menikah Terhadap Keharmonisan Keluarga Di Desa Karangmalang Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes. Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.
|
Text
2283110110_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2283110110_2_bab1.pdf Download (326kB) |
|
|
Text
2283110110_6_bab5.pdf Download (297kB) |
|
|
Text
2283110110_7_dafpus.pdf Download (306kB) |
Abstract
Perkawinan menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan seorang wanita dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam kerangka tersebut, konsep keluarga harmonis menekankan keseimbangan hak dan kewajiban antara suami dan istri serta tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Namun dalam realitas sosial, khususnya di masyarakat desa, keharmonisan keluarga seringkali dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan sosial. Fenomena generasi sandwich yang memikul tanggung jawab ganda terhadap keluarga inti dan orang tua menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental dan hubungan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keluarga harmonis dan tanggung jawab keluarga menurut peraturan perundang-undangan serta mengkaji pengaruh kesehatan mental pasangan generasi sandwich terhadap keharmonisan keluarga di Desa Karangmalang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, bagaimana konsep keluarga harmonis dan tanggung jawab keluarga menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019; kedua, bagaimana kesehatan mental pasangan generasi sandwich mempengaruhi keharmonisan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan tujuh informan dari berbagai latar belakang sosial ekonomi serta satu informan dari pemerintah desa. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang undangan dan literatur ilmiah yang relevan. Seluruh data dianalisis secara deskriptif analitis untuk melihat keterkaitan antara norma hukum dan realitas sosial di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif konsep keluarga harmonis menekankan keseimbangan hak dan kewajiban suami istri serta tanggung jawab dalam membangun keluarga yang bahagia dan kekal. Namun dalam praktiknya, keharmonisan keluarga di Desa Karangmalang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, kualitas komunikasi dalam rumah tangga, serta kemampuan pasangan dalam mengelola tekanan mental sebagai generasi sandwich. Tekanan psikologis yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan konflik dalam keluarga, sedangkan pengelolaan yang baik dapat memperkuat hubungan dan keharmonisan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pasangan generasi sandwich meningkatkan kualitas komunikasi dan pengelolaan kesehatan mental dalam rumah tangga. Selain itu, diperlukan penguatan ketahanan ekonomi keluarga serta dukungan sosial dari lingkungan dan pemerintah desa melalui program pemberdayaan dan edukasi keluarga. Dengan demikian, diharapkan keharmonisan keluarga dapat terjaga meskipun dihadapkan pada tekanan dan tanggung jawab ganda sebagai generasi sandwich. Kata Kunci: generasi sandwich, kesehatan mental, keharmonisan keluarga.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 04:10 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 04:10 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18356 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

