Analisis Persaingan Usaha Industri Batik dalam Perspektif Teori Monopolistik Studi Kasus Pelaku Usaha Batik di Kabupaten Cirebon

ABDULLAH GIFARI, (2026) Analisis Persaingan Usaha Industri Batik dalam Perspektif Teori Monopolistik Studi Kasus Pelaku Usaha Batik di Kabupaten Cirebon. Bachelor thesis, S1- Ekonomi Syariah UIN SSC.

[img] Text
2282120124_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2282120124_2_bab1.pdf

Download (563kB)
[img] Text
2282120124_6_bab5.pdf

Download (391kB)
[img] Text
2282120124_7_dafpus.pdf

Download (315kB)

Abstract

Industri batik Cirebon, khususnya di sentra batik Trusmi Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, menghadapi persaingan yang semakin kompleks akibat banyaknya pelaku usaha, tekanan produk tekstil bermotif batik printing yang dijual lebih murah, serta perubahan perilaku konsumen. Namun demikian, belum ada kajian yang secara khusus menganalisis struktur persaingan industri batik Cirebon menggunakan kerangka teori pasar monopolistik. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis bentuk dan dinamika persaingan usaha batik di Kabupaten Cirebon; (2) menganalisis struktur pasar industri batik Cirebon ditinjau dari teori pasar monopolistik; dan (3) menganalisis strategi diferensiasi produk yang diterapkan pelaku usaha serta implikasinya terhadap keunggulan kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus (case study) yang bersifat deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh pelaku usaha batik skala UMKM di kawasan sentra batik Trusmi. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi. Landasan teori yang digunakan adalah teori pasar monopolistik Chamberlin (1933) dan teori keunggulan kompetitif (Porter, 1985). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) persaingan usaha batik Cirebon berlangsung secara intensif dan multidimensional, didominasi oleh persaingan non-harga melalui diferensiasi motif, kualitas, dan pemasaran digital, meskipun fenomena perang harga juga ditemukan; (2) industri batik Cirebon terbukti memiliki struktur pasar monopolistik yang ditandai oleh banyaknya pelaku usaha, produk yang terdiferensiasi, akses keluar-masuk pasar yang relatif terbuka, market power yang terbatas dan bervariasi, serta dominasi persaingan non-harga; dan (3) strategi diferensiasi produk yang meliputi diferensiasi motif, kualitas, layanan, dan pemasaran terbukti memberikan implikasi signifikan terhadap keunggulan kompetitif berupa peningkatan loyalitas konsumen, berkurangnya tekanan persaingan harga, terciptanya hambatan masuk bagi pesaing, serta meningkatnya ketahanan usaha. Kata Kunci: Persaingan Usaha, Pasar Monopolistik, Diferensiasi Produk, Keunggulan Kompetitif, Batik Cirebon, UMKM

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 16 Jul 2026 02:21
Last Modified: 16 Jul 2026 02:21
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18683

Actions (login required)

View Item View Item