Analisis Penetapan Jumlah Produksi dalam Rangka Mencapai Kondisi Break Even Point (BEP) pada Usaha Kuliner Mie Koclok Jatimerta Hj. Asma

Deviyanti Faradilah, (2026) Analisis Penetapan Jumlah Produksi dalam Rangka Mencapai Kondisi Break Even Point (BEP) pada Usaha Kuliner Mie Koclok Jatimerta Hj. Asma. Bachelor thesis, S1 - Ekonomi Syariah.

[img] Text
2282120056_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2282120056_2_bab1.pdf

Download (383kB)
[img] Text
2282120056_6_bab5.pdf

Download (289kB)
[img] Text
2282120056_7_dafpus.pdf

Download (293kB)

Abstract

Usaha kuliner merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat dan memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Dalam menjalankan usaha kuliner, penetapan jumlah produksi yang tepat menjadi hal yang krusial agar usaha dapat berjalan efisien dan mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP). Perencanaan produksi yang tidak tepat dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara biaya dan pendapatan yang berdampak pada keuntungan usaha. Penelitian ini menganalisis penetapan jumlah produksi dalam upaya mencapai Break Even Point (BEP) pada usaha kuliner Mie Koclok Jatimerta Hj. Asma. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap proses penetapan jumlah produksi, faktor yang memengaruhi, struktur biaya, serta perhitungan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan jumlah produksi masih dilakukan secara sederhana berdasarkan pengalaman dan perkiraan permintaan, dengan rata-rata produksi sebanyak 60 porsi per hari. Faktor yang memengaruhi meliputi permintaan konsumen, ketersediaan bahan baku, kondisi cuaca, harga bahan baku, dan daya beli masyarakat. Struktur biaya terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel, dengan harga jual Rp25.000 per porsi dan biaya variabel Rp12.000 per porsi. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh Break Even Point (BEP) sebesar 4 porsi per hari atau setara Rp84.615. Pada tingkat penjualan tersebut, usaha sudah mampu menutup biaya tetap harian sebesar Rp44.000 sehingga kondisi impas telah tercapai pada penjualan 4 porsi. Dengan rata-rata penjualan 60 porsi per hari, usaha telah melampaui titik impas dan berada dalam kondisi menguntungkan. Hasil penelitian menunjukkan laba sebesar Rp736.000 per hari, sehingga usaha dapat dikatakan layak untuk dijalankan.Dengan demikian, penetapan jumlah produksi yang lebih terencana dan berbasis perhitungan Break Even Point (BEP) sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha. Kata kunci: penetapan jumlah produksi, break even point (BEP)

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 17 Jul 2026 04:31
Last Modified: 17 Jul 2026 04:31
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18982

Actions (login required)

View Item View Item