AJENG PUTRI ANDINI., (2026) Ketidakadilan Gender dalam Film “Air Mata di Ujung Sajadah” dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar Teks Eksplanasi Sosial di SMA. Bachelor thesis, S1- Tadris bahasa Indonesia.
|
Text
2281100055_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2281100055_2_bab1.pdf Download (226kB) |
|
|
Text
2281100055_6_bab5.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
2281100055_7_dafpus.pdf Download (300kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakadilam gender pada tokoh perempuan dalam film “Air Mata di Ujung Sajadah” berdasarkan teori Mansour Fakih, serta untuk mengeksplorasi potensi film tersebut sebagai modul ajar teks eksplanasi social di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan feminisme Mansour Fakih. Sumber data dalam penelitian ini adalah film Air Mata di Ujung Sajadah, sedangkan data penelitian berupa adegan, dialog, dan narasi yang mengandung bentuk ketidakadilan gender. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka, dengan instrumen berupa kartu data. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori dan peneliti. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dengan menafsirkan dan mengklasifikasikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender sesuai kategori teori feminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 data bentuk ketidakadilan gender dalam film Air Mata di Ujung Sajadah yang terdiri atas marginalisasi sebanyak 10 data, subordinasi 6 data, stereotip 3 data, kekerasan 10 data, dan beban ganda 1 data. Bentuk marginalisasi tampak pada pembatasan dan pengabaian hak keibuan serta marginalisasi emosional, sedangkan subordinasi terlihat melalui dominasi dalam pengambilan keputusan yang membatasi posisi perempuan. Stereotip ditunjukkan melalui pelabelan peran dan fisik perempuan, sementara kekerasan didominasi oleh kekerasan psikis seperti tekanan emosional dan manipulasi informasi. Beban ganda muncul dalam jumlah terbatas dan bukan menjadi fokus utama cerita. Secara keseluruhan, marginalisasi dan kekerasan menjadi bentuk yang paling dominan, menunjukkan adanya relasi kuasa yang timpang sehingga perempuan berada pada posisi rentan baik secara sosial maupun psikologis. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini relevan dimanfaatkan sebagai modul ajar teks eksplanasi sosial di SMA karena mampu menyajikan fenomena sosial yang kontekstual, memperjelas hubungan sebab-akibat, serta mendorong pengembangan literasi kritis, kemampuan berpikir analitis, dan kepekaan sosial peserta didik terhadap isu ketidakadilan gender. Kata Kunci: Ketidakadilan Gender; Feminisme; Film; Modul Ajar
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) > Pengembangan Bahan Ajar |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 10. Tadris Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 07:12 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 07:12 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19267 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

