Muhamad Fadlan, (2026) KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM LAWAKAN REOG SUNDA: ANALISIS FILSAFAT KOMPATIBILISME DAVID HUME (STUDI PADA RUMIANG GRUP SITURAJA-SUMEDANG). Bachelor thesis, S1- AFI.
|
Text
2285120009_1_cover.pdf Download (592kB) |
|
|
Text
2285120009_2_bab1.pdf Download (288kB) |
|
|
Text
2285120009_6_bab5.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
2285120009_7_dafpus.pdf Download (265kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebebasan berekspresi dalam lawakan Reog Sunda Rumiang Grup Situraja-Sumedang melalui perspektif kompatibilisme David Hume. Reog Sunda merupakan kesenian tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian kritik sosial, pesan moral, dan refleksi kehidupan masyarakat. Kebebasan berekspresi dalam lawakan Reog Sunda menarik untuk dikaji karena berlangsung di tengah pengaruh nilai budaya Sunda, norma sosial, serta etika keagamaan yang hidup dalam masyarakat. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bentuk kebebasan berekspresi yang terdapat dalam lawakan Reog Sunda serta relevansinya dengan konsep kompatibilisme David Hume. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis filosofis. Data diperoleh melalui observasi pertunjukan Reog Sunda Rumiang Grup, wawancara dengan seniman, serta studi kepustakaan yang berkaitan dengan filsafat kebebasan, teori humor, budaya Sunda, dan kompatibilisme David Hume. Analisis dilakukan dengan mengkaji dialog lawakan, bentuk kritik sosial, serta ekspresi humor yang muncul dalam pertunjukan untuk kemudian dihubungkan dengan konsep kehendak bebas, tanggung jawab moral, dan sentimen moral dalam pemikiran Hume. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi dalam lawakan Reog Sunda tidak hadir sebagai kebebasan yang absolut, melainkan sebagai kebebasan yang berjalan berdampingan dengan nilai-nilai budaya dan moral masyarakat Sunda. Kritik sosial disampaikan melalui sisindiran, simbol budaya, dan permainan bahasa yang tetap menjaga keharmonisan sosial. Bentuk ekspresi tersebut menunjukkan kesesuaian dengan kompatibilisme David Hume karena lahir dari kehendak internal para seniman tanpa adanya paksaan eksternal, meskipun tetap dipengaruhi oleh pengalaman sosial dan budaya yang membentuk karakter mereka. Humor yang dianggap baik dalam Reog Sunda adalah humor yang mampu menghadirkan hiburan, kritik sosial, dan manfaat bagi masyarakat tanpa merendahkan martabat individu atau kelompok tertentu. Dengan demikian, lawakan Reog Sunda memperlihatkan bahwa kebebasan berekspresi dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan kepentingan sosial dalam kehidupan bersama.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Filsafat Agama |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 07:12 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 07:12 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19303 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

