Muhammad Iqbal, (2026) STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI KARANG TARUNA PUTRA BANGKIT DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS SOSIAL MASYARAKAT DI DESA KENANGA KEC. SINDANG KAB. INDRAMAYU. Bachelor thesis, S1- Komunikasi Penyiaran Islam.
|
Text
2008302175_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2008302175_2_bab1.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
2008302175_6_bab5.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
2008302175_7_dafpus.pdf Download (216kB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Organisasi Karang Taruna Putra Bangkit dalam Meningkatkan Aktivitas Sosial Masyarakat di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya partisipasi masyarakat Desa Kenanga dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh Karang Taruna, seperti gotong royong, penyuluhan kesehatan, maupun peringatan hari besar nasional. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan dalam strategi komunikasi organisasi, baik dalam aspek penyusunan pesan, pemilihan media, maupun pola interaksi dengan masyarakat. Padahal, sebagai organisasi sosial kepemudaan, Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai agen pembinaan, pemberdayaan, dan penggerak partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi organisasi Karang Taruna Putra Bangkit dalam meningkatkan aktivitas sosial masyarakat, serta menganalisis hasil yang diperoleh dari penerapan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kenanga; observasi partisipatif dalam kegiatan sosial; dan dokumentasi arsip organisasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis tematik menurut Creswell, dengan tahapan reduksi data, penyajian data, penentuan tema, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Karang Taruna Putra Bangkit dibangun dengan memadukan komunikasi internal antar pengurus dan komunikasi eksternal dengan masyarakat. Pada komunikasi internal, koordinasi dilakukan melalui rapat rutin, musyawarah, dan pembagian tugas yang jelas, sedangkan pada komunikasi eksternal digunakan berbagai saluran komunikasi, mulai dari forum musyawarah desa, media sosial, selebaran, hingga pendekatan personal melalui tokoh masyarakat. Strategi ini sejalan dengan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), di mana perencanaan kegiatan disusun berdasarkan identifikasi kebutuhan masyarakat, pengorganisasian dilakukan dengan struktur kepengurusan yang jelas, pelaksanaan kegiatan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung, dan evaluasi dilakukan melalui rapat khusus setelah kegiatan. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan sejumlah kendala yang dihadapi Karang Taruna, antara lain keterbatasan dana, rendahnya literasi digital sebagian pengurus, minimnya motivasi masyarakat, serta kesibukan warga yang sering mengurangi partisipasi. Namun, dengan strategi komunikasi yang adaptif misalnya penggunaan media sosial, penyebaran pamflet, serta komunikasi langsung dari rumah ke rumah Karang Taruna mampu mempertahankan keberlangsungan kegiatan sosial, seperti bakti sosial, gotong royong, donor darah, serta santunan anak yatim. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kesadaran sosial meskipun belum merata di seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi organisasi yang efektif, partisipatif, dan adaptif terhadap konteks lokal sangat menentukan keberhasilan Karang Taruna dalam meningkatkan aktivitas sosial masyarakat desa. Implikasi teoritis penelitian ini memperkaya kajian komunikasi organisasi di tingkat pedesaan dengan mengintegrasikan teori komunikasi organisasi dan manajemen POAC, sedangkan implikasi praktisnya memberikan rekomendasi kepada pengurus Karang Taruna untuk memperkuat kapasitas komunikasi digital, meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah desa, serta mengembangkan inovasi program sosial yang sesuai dengan kebutuhan warga. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Karang Taruna dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial apabila mampu mengelola komunikasi organisasi secara strategis, adaptif, dan berbasis partisipasi masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 06:52 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 06:52 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19621 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

