PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN WHATSAPP DALAM MEMBENTUK BUDAYA ALONE TOGETHER (Studi kasus dilakukan pada kalangan remaja di desa Sangkanhurip)”

RAKA NAJMI FAUZAN, (2022) PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN WHATSAPP DALAM MEMBENTUK BUDAYA ALONE TOGETHER (Studi kasus dilakukan pada kalangan remaja di desa Sangkanhurip)”. Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon S1 KPI.

[img]
Preview
Text
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (9MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Media Sosial merupakan alat yang digunakan sebagai perantara yang dapat menghubungkan satu individu dengan indiviu lain, baik dengan jarak yang jauh maupun jarak dekat sehingga masing-masing individu dapat berinteraksi, berpartisipasi dengan mudah tanpa batas jarak dan waktu. Penggunaan media sosial Instagram dan Whatsapp yang berlebihan akan berpengaruh pada sikap dan perilaku penggunanya. Dari latar belakang tersebut maka munculah pertanyaan seperti: Bagaimana Penggunaan Media Sosial Instagram dan Whatsapp dalam membentukan budaya “Alone together” pada kalangan remaja di Desa Sangkanhurip? Faktor apa saja yang dapat menyebabkan terbentuknya budaya “Alone together” dalam penggunaan media sosial Whatsapp dan Instagram pada kalangan remaja di Desa Sangkanhurip? Bagaimana dampak pemanfaatan media sosial Instagram dan Whatsapp pada kalangan remaja di Desa Sangkanhurip? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penggunaan Media Sosial Instagram dan whatsapp dalam membentukan budaya “Alone together” pada kalangan remaja di Desa Sangkanhurip, untuk mengetahui Faktor apa yang dapat menyebabkan terbentuknya budaya “Alone together” dalam penggunaan media sosial whatsapp dan instagram pada kalangan remaja di Desa Sangkanhurip, untuk mengetahui dampak pemanfaatan media sosial Instagram dan whatsapp pada kalangan remaja di Desa Sangkanhurip. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, pendekatan studi kasus, sumber datanya adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, adapun teknik pengambilan datanya menggunakan metode obervasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan teknik analisis dari Creswell. Hasil penelitian ini adalah Remaja Sangkanhurip merupakan pengguna media sosial Instagram dan Whatsapp, yang digunakan paling sedikit dua jam setip hari sampai lebih dari delapan jam. Whatsapp dipakai untuk sarana komunikasi, sarana belajar daring, upload poto dan video, serta mengupload status. Menggunakan Instagram hanya sekedar hiburan dengan melihat konten-konten. Faktor-faktor yang dapat Menyebabkan Terbentuknya Budaya “Alone Together” dalam Penggunaan Media Sosial Whatsapp dan Instagram pada Kalangan Remaja di Desa Sangkanhurip, yaitu: Membuka instagram dan whatsapp, Melihat status orang lain pada whatsapp, Memberikan komentar pada status orang lain melihat konten artis atau teman pada instagram, Terbawa hanyut dalam perasaan saat melihat postingan-postingan yang menarik, Merasa asyik sendiri, Mengacuhkan situasi di sekitar tidak mau diganggu saat memegang android, Merasa tidak perlu berinteraksi dengan lingkungan. Dampak Pemanfaatan Media Sosial Instagram dan Whatsapp pada Kalangan Remaja di Desa Sangkanhurip yaitu menambah pengetahuan, Perubahan sikap dan perilaku seperti suka menyendiri, tidak memperdulikan lingkungan sekitar, malas berinterksi dengan orang lain.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Media Sosial, Budaya Alone Together
Subjects: T Technology > Information Technology
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 10 Aug 2022 01:57
Last Modified: 10 Aug 2022 01:57
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/7843

Actions (login required)

View Item View Item