RIHADATUL AISY, (2026) Keterbacaan Buku Teks “Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII Kurikulum Merdeka” Menggunakan Grafik Fry. Bachelor thesis, S1- Tadris bahasa Indonesia.
|
Text
2281100005_1_cover.pdf Download (739kB) |
|
|
Text
2281100005_2_bab1.pdf Download (281kB) |
|
|
Text
2281100005_6_bab5.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
2281100005_7_dafpus.pdf Download (280kB) |
Abstract
Buku teks memegang peranan penting sebagai sumber belajar utama di sekolah, namun evaluasi terhadap tingkat keterbacaan teks sering kali belum menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembelajaran. Kesenjangan antara kompleksitas bahasa dalam buku dan kemampuan membaca siswa berpotensi menghambat efektivitas proses pembelajaran serta pencapaian tujuan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterbacaan buku teks “Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VIII Kurikulum Merdeka” menggunakan formula grafik Fry. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan desain deskriptif. Untuk mengukur keterbacaan, alat ukur yang digunakan yaitu formula grafik Fry. Adapun data bersumber dari wacana dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas VIII SMP/MTs Kurikulum Merdeka yang dikumpulkan melalui teknik simak-catat dan dokumentasi menggunakan instrumen kartu data. Untuk menjamin keabsahan hasil, penelitian menerapkan triangulasi sumber, metode, dan teori. Analisis data dilakukan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung, di mana jumlah kalimat dan suku kata per 100 kata dihitung dan diplotkan ke dalam formula grafik Fry untuk menentukan tingkat keterbacaan teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penghitungan grafik Fry, 7 wacana dari 14 data wacana yang sesuai level kerterbacaannya dengan kelas VIII SMP/MTs Fase D diantaranya ‟Fasilitas Sekolah Untuk Peserta Didik Difabel”, ‟Sepeda Motor di Indonesia”, ‟Bendi di Kota Padang”, ‟Peserta Didik Kelas VIIIC Sangat Suka Mmembaca Buku”, ‟Penumpang Bus Kota”, ‟WD12”, dan ‟Masalah Sampah”. Adapun 7 wacana lainnya, 2 wacana tidak sesuai karena berada di level 5 dan 6 atau di bawah level keterbacaan kelas VIII SMP/MTs Fase D diantaranya ‟Kotak Sulap Paman Tom” dan ‟Parki dan Alergi Telur”. Lalu 4 wacana tidak sesuai karena berada di level jenjang SMA dan Perguruan Tinggi diantaranya ‟Mengenal Pesan Iklan Komersial”, ‟Sekolah Inklusi”, ‟Interaksi Peserta Didik Difabel di Sekolah”, dan ‟WP13”. Serta satu wacana yang dinyatakan invalid yaitu ‟Mengenal Iklan”. Dengan demikian, penelitian ini menyarankan perlunya kecermatan dalam menyusun bahan ajar yang selaras dengan perkembangan kognitif siswa guna mengoptimalkan kemampuan literasi di sekolah. Kata kunci: Bahasa Indonesia, Buku Teks, Grafik Fry, Keterbacaan, Wacana
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) > Model Pembelajaran |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 10. Tadris Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 07:18 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 02:30 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19232 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

