SARIYAH, (2026) Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Dalam Menggerakkan Budaya Tradisi Ngunjungan Di Desa Karangkendal Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon. Masters thesis, PAI-S2 UIN Siber Syekh Nurjati.
|
Text
AWALAN -DAFTAR ISI.pdf Download (487kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (302kB) |
Abstract
Tradisi ngunjungan di Desa Karangkendal berpotensi sebagai media pendidikan agama Islam non-formal yang menginternalisasi nilai ukhuwah, gotong royong, dan syukur melalui ziarah, doa, serta berbagi dodol. Namun, masalah utama adalah nilai-nilai ini sering tidak disadari sebagai PAI, hanya rutinitas adat turun-temurun; pemanfaatannya belum optimal bagi generasi muda; serta tergerus modernisasi, budaya global via media sosial, dan dinamika sosial yang melemahkan pelestarian.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemaknaan masyarakat terhadap tradisi ngunjungan sebagai praktik yang mengandung nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, pengalaman religius yang mereka rasakan saat terlibat dalam pelaksanaannya, proses pembentukan dan perkembangan kesadaran keagamaan melalui keterlibatan tersebut, cara nilai-nilai PAI seperti silaturahmi, sedekah, ukhuwah, doa, dan tawasuth dialami serta diinternalisasi secara personal oleh pelaku tradisi, peran subjektif tokoh agama dan tokoh adat dalam penguatan makna keislaman tradisi ngunjungan, serta refleksi masyarakat terhadap kesesuaian tradisi ini dengan ajaran Islam dalam pengalaman keseharian mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus di Desa Karangkendal, dengan menggunakan data primer melalui wawancara semi-struktural, observasi partisipatif (pra, saat, pasca-acara), dan dokumentasi (foto, video, arsip), serta data sekunder dari dokumen terkait, analisis data dilakukan secara induktif model Miles & Huberman melalui reduksi data, penyajian data (narasi, tabel, bagan), dan penarikan kesimpulan/verifikasi untuk mengungkap makna nilai-nilai PAI dalam tradisi ngunjungan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Masyarakat memandang Ngunjungan sebagai pendidikan Islam holistik yang mencakup nilai akidah (tauhid), ibadah (doa, Al-Qur'an, sedekah), akhlak (silaturahmi, sabar, ikhlas), serta muamalah (gotong royong); Tradisi ini menjadi media efektif untuk menumbuhkan sikap religius dan solidaritas melalui semangat gotong royong, ukhuwah lintas generasi, serta silaturahmi yang setara dengan suasana Idulfitri; Ngunjungan berfungsi sebagai sarana pembelajaran nonformal yang menggabungkan ceramah keagamaan dengan praktik langsung, sehingga nilai-nilai tentang kematian, akhirat, dan tolong-menolong lebih mudah dipahami dan diinternalisas; Kesadaran religius dibangun sejak usia dini melalui lingkungan keluarga dan lembaga agama, di mana cerita leluhur dan bimbingan orang tua menciptakan koneksi emosional yang mendalam terhadap tradisi; Tokoh agama berperan sentral sebagai pembimbing teologis yang memastikan praktik ziarah tetap sesuai syariat, didukung oleh gotong royong seluruh elemen masyarakat—termasuk pemuda dan perantau—sebagai wujud identitas komunal; dan Masyarakat melakukan adaptasi kreatif terhadap hiburan (seperti olahraga dan wayang) sebagai bentuk dakwah moral yang relevan, yang berdampak pada peningkatan kualitas ibadah, kesabaran, serta keharmonisan hubungan sosial warga. Kata Kunci : Integrasi, Nilai-nilai PAI, Tradisi Ngunjungan
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Integrasi, Nilai-nilai PAI, Tradisi Ngunjungan |
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Islam > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | tuti alawiyah alawiyah |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:37 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:37 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

