Muhammad Diaul Fikri, (2026) “Pendidikan Masyarakat Berbasis Tajug dalam Penguatan Pendidikan Agama Islam Anak Sekolah Dasar (Studi Kasus di Desa Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan)”. Masters thesis, PAI-S2 UIN Siber Syekh Nurjati.
|
Text
AWALAN -DAFTAR ISI.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (258kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (35kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (273kB) |
Abstract
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah dasar masih menghadapi keterbatasan dalam aspek pembiasaan ibadah, internalisasi nilai keagamaan, pembentukan akhlak, serta pendalaman pengetahuan keagamaan yang tidak sepenuhnya dapat diakomodasi oleh pendidikan formal. Berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji lembaga keagamaan lokal seperti langgar, surau, dan musala sebagai pusat pendidikan Islam masyarakat, namun kajian yang secara khusus menempatkan tajug sebagai model pendidikan masyarakat yang berkontribusi dalam penguatan PAI anak sekolah dasar, terutama dalam konteks budaya Sunda, masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan masyarakat berbasis tajug, peran tokoh agama dan masyarakat, kontribusinya terhadap penguatan PAI anak sekolah dasar, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Desa Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan 4 guru ngaji, 2 orang tua, 1 tokoh masyarakat, dan 8 anak-anak peserta kegiatan tajug. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis tajug dilaksanakan melalui pembelajaran Al-Quran, pengajaran fikih dasar, pendalaman ilmu-ilmu keagamaan dasar, pembiasaan ibadah, pengajian rutin, serta pembinaan akhlak melalui keteladanan dan interaksi sosial religius yang berlangsung secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menemukan bahwa tajug tidak sekadar berfungsi sebagai ruang pendidikan keagamaan tradisional, melainkan membentuk model pendidikan masyarakat berbasis komunitas yang memperkuat Pendidikan Agama Islam melalui tiga dimensi utama, yakni penguatan kognitif, psikomotorik, dan afektif, dengan karakteristik pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, berbasis habituasi, serta memungkinkan pendalaman keilmuan keagamaan secara bertahap dibandingkan pendidikan formal di sekolah. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius, dukungan masyarakat, dan keteladanan guru ngaji, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan fasilitas, pengaruh teknologi digital, dan kurangnya perhatian sebagian orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa tajug memiliki kontribusi ilmiah sebagai model pendidikan Islam berbasis masyarakat yang memperluas pemahaman tentang ekosistem alternatif penguatan Pendidikan Agama Islam anak di luar lembaga pendidikan formal. Kata Kunci: Pendidikan masyarakat, tajug, Pendidikan Agama Islam, anak sekolah dasar.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pendidikan masyarakat, tajug, Pendidikan Agama Islam, anak sekolah dasar. |
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Islam > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | tuti alawiyah alawiyah |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 03:57 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 03:57 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19360 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

