Nur Syamsiyah, (2026) FRAGMEN AL-QUR’AN DALAM FILM WANITA AHLI NERAKA: ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS. Bachelor thesis, S1- IAT.
|
Text
2285130042_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2285130042_2_bab1.pdf Download (404kB) |
|
|
Text
2285130042_6_bab5.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
2285130042_7_dafpus.pdf Download (250kB) |
Abstract
Penggunaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam film horor religi di indonesia saat ini semakin marak di indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah film Wanita Ahli Neraka, yang menggunakan narasi religius untuk membungkus isu relasi kuasa dalam rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana fragmen QS. At-Tahrim: 11 ditampilkan, serta bagaimana film ini mengonstruksi posisi perempuan dan laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Sara Mills. Data diperolah melalui observasi mendalam terhadap adegan, dialog, dan sinematik film, kemudian dianalisis menggunakan kerangka kerja Sara Mills yang berfokus pada posisi subjek-objek dan posisi pembaca (penonton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fragmen QS. At�Taḥrim: 11 tidak sekadar menjadi simbol religius, melainkan berfungsi sebagai counter-discourse (wacana tandingan). subjek dominan secara sistematis memosisikan diri dengan memanipulasi label "Imam" dan ancaman "Neraka" untuk menempatkan perempuan sebagai objek pasif. Namun, melalui pembacaan ulang terhadap ayat tersebut, tokoh perempuan berhasil merebut kembali kedaulatan dirinya sebagai subjek yang berani menentukan nasibnya sendiri di tengah kezaliman suaminya yang mencakup praktik syirik dan KDRT. Selain itu, narasi keagamaan dalam film ini sempat mengonstruksikan stereotipe negatif terhadap perempuan berupa kerapuhan spiritual dan stigma nusyuz, meskipun seluruh pelabelan buruk tersebut akhirnya berhasil dipatahkan di akhir cerita. Dari segi reader positioning, film ini secara bertahap menggeser posisi penonton, dari yang semula digiring untuk membenarkan doktrin ketaatan buta, menjadi penonton yang memvalidasi tindakan perlawanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tindakan perlawanan tersebut bukanlah bentuk kedurhakaan (nusyuz), melainkan langkah krusial untuk menyelamatkan akidah dan integritas diri. Dengan demikian, film ini memberikan ruang refleksi bagi masyarakat untuk lebih kritis dalam memahami batasan ketaatan dalam relasi pernikahan serta menolak segala bentuk kekerasan yang dibungkus dengan legitimasi agama.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 05:07 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 05:07 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19375 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

