EFEKTIVITAS REINFRORCEMENT POSITIVE DAN REINFORCEMENT NEGATIVE DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU RELIGIUS SANTRI (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN PAGELARAN 3)

Muhammad Ali Dayan, (2026) EFEKTIVITAS REINFRORCEMENT POSITIVE DAN REINFORCEMENT NEGATIVE DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU RELIGIUS SANTRI (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN PAGELARAN 3). Bachelor thesis, S1-Psikoterapi.

[img] Text
2285160005_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2285160005_2_bab1.pdf

Download (181kB)
[img] Text
2285160005_6_bab5.pdf

Download (148kB)
[img] Text
2285160005_7_dafpus.pdf

Download (164kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan perilaku religius santri melalui penerapan reinforcement positive dan reinforcement negative dalam lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan reinforcement positive dan reinforcement negative, mekanisme pembentukan perilaku religius dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat efektivitas reinforcement dalam pembentukan perilaku religius santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan santri seperti salat berjamaah, mengaji, kedisiplinan kegiatan pesantren, serta proses pembinaan dan pemberian oleh ustadz dan pengurus. Wawancara dilakukan kepada ustadz, pengurus pesantren, dan santri untuk memperoleh data mengenai penerapan reinforcement, mekanisme pembentukan perilaku religius, serta faktor pendukung dan penghambat efektivitas reinforcement. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinforcement positive diterapkan dalam bentuk pujian, apresiasi, pemberian kepercayaan, dan pendekatan komunikatif kepada santri yang menunjukkan perilaku religius seperti disiplin salat berjamaah, rajin mengaji, dan menaati tata tertib pesantren. Sementara itu, reinforcement negative diterapkan melalui teguran, tugas tambahan religius, peningkatan pengawasan, serta konsekuensi edukatif lainnya terhadap santri yang melakukan pelanggaran. Mekanisme pembentukan perilaku religius berlangsung melalui hubungan stimulus, respons, dan konsekuensi sebagaimana dijelaskan dalam teori operant conditioning B.F. Skinner. Proses tersebut terjadi melalui pembiasaan, pengulangan, dan penguatan yang dilakukan secara konsisten dalam lingkungan pesantren sehingga membentuk perilaku religius ritualistik, sosial, dan personal pada santri. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas reinforcement dipengaruhi oleh lingkungan pesantren yang religius, konsistensi pembinaan, peran ustadz dan pengurus, hubungan interpersonal antara ustadz dan santri, serta dukungan lingkungan sosial sesama santri. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter santri, pengaruh teman sebaya, rasa jenuh terhadap rutinitas pesantren, kurangnya konsistensi perilaku, dan ketergantungan sebagian santri terhadap pengawasan eksternal.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > Psikologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:30
Last Modified: 06 Aug 2026 04:30
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19550

Actions (login required)

View Item View Item