TERAPI DZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA (STUDI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA)

JONATAN SAPUTRA, (2026) TERAPI DZIKIR LAA ILAHA ILLALLAH DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL REMAJA (STUDI PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA). Bachelor thesis, S1-Psikoterapi.

[img] Text
2285160013_1_cover.pdf

Download (985kB)
[img] Text
2285160013_2_bab1.pdf

Download (321kB)
[img] Text
2285160013_6_bab5.pdf

Download (248kB)
[img] Text
2285160013_7_dafpus.pdf

Download (259kB)

Abstract

Kesehatan mental remaja menjadi isu yang semakin penting, terutama pada lingkungan berasrama seperti pondok pesantren yang menuntut adaptasi sosial, disiplin tinggi, serta kemandirian sejak usia muda. Tidak sedikit santri remaja mengalami tekanan psikologis berupa stres, kecemasan, hingga kesulitan menyesuaikan diri, yang jika tidak ditangani dapat berdampak pada perkembangan emosional dan spiritual mereka. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan yang tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai spiritual yang mereka jalani sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan terapi dzikir Laa Ilaha Illallah sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan mental santri remaja di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari ustadz pengasuh dan santri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi dzikir Laa Ilaha Illallah memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental santri. Praktik dzikir yang dilakukan secara rutin memberikan dampak positif berupa ketenangan batin, peningkatan pola pikir positif, penurunan tingkat kecemasan dan tekanan, serta kemampuan adaptasi sosial yang lebih baik. Selain itu, internalisasi nilai spiritual melalui dzikir turut memperkuat ketahanan mental santri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di lingkungan pesantren. Dengan demikian, terapi dzikir tidak hanya berfungsi sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai pendekatan preventif dan kuratif dalam menjaga kesehatan mental remaja, khususnya dalam konteks pendidikan berbasis keagamaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan psikologis dan spiritual dalam menciptakan generasi muda yang sehat secara mental dan religius.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > Psikologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:50
Last Modified: 06 Aug 2026 04:50
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19554

Actions (login required)

View Item View Item