Mohamad Fajar Aryasathya, (2026) IMPLEMENTASI KONSELING MULTIKULTURAL DALAM MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN TOLERANSI ANTAR BUDAYA PADA SANTRI DI PONDOK ZAWIYAH TIJANIYAH BUNTET PESANTREN. Bachelor thesis, S1- Bimbingan Konseling Islam.
|
Text
2108306105_1_cover.pdf Download (594kB) |
|
|
Text
2108306105_2_bab1.pdf Download (308kB) |
|
|
Text
2108306105_6_bab5.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
2108306105_7_dafpus.pdf Download (267kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran sikap toleransi santri, menganalisis implementasi konseling multikultural, serta mengkaji perubahan perilaku toleransi antar budaya di Pondok Zawiyah Tijaniyah Buntet Pesantren. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman latar belakang budaya santri yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, konflik sosial, dan sikap intoleransi apabila tidak dikelola melalui pendekatan yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, yang berfokus pada pemahaman pengalaman subjektif santri dalam berinteraksi lintas budaya serta mengikuti kegiatan konseling multikultural. Subjek penelitian terdiri atas lima santri yang berasal dari latar belakang budaya daerah yang berbeda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sikap toleransi santri berada pada tingkat yang beragam, namun cenderung bersifat pasif berupa penghindaran konflik dan adanya fenomena clustering kedaerahan. Proses implementasi konseling multikultural dilakukan secara terstruktur melalui format konseling kelompok selama 2 hari yang meliputi tiga tahapan utama: (1) Tahap awal, yang berfokus pada pembentukan rapport, penciptaan rasa menyenangkan dan interaktif melalui ice breaking, serta penanaman asas kerahasiaan untuk membangun keamanan psikologis; (2) Tahap inti, yang menggunakan kombinasi model ekspositori dan diskusi kelompok. Pada tahap ini, konselor menyajikan materi teologis mengenai Ukhuwah Islamiyah dan Tasâmuh sebagai landasan kognitif, diikuti dengan diskusi reflektif mengenai hambatan komunikasi budaya serta simulasi keterampilan komunikasi damai; (3) Tahap akhir, yang melibatkan proses penyimpulan bersama, penguatan nilai-nilai spiritual, dan pembuatan kontrak perilaku untuk tindak lanjut di lingkungan asrama. Perubahan santri berlangsung secara bertahap dan dipengaruhi oleh karakter individu serta dinamika lingkungan sosial pesantren. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan konseling multikultural sebagai instrumen strategis dalam merawat harmoni di lembaga pendidikan Islam khususnya pesantren.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 06:46 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 06:46 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19598 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

